1. Nex mall
Pertama kali lihat Singapore hujan di pagi hari. Setelah reda kita menuju Nex mall dan menghabiskan siang hari di sini.
2. Marina Bay Sands, Art and Science Museum, Garden by The Bay
Setelah makan, kita menuju MBS melalui kompleks toko Marina Bay yang diisi oleh toko-toko fashion high end. Walaupun tidak ke kasino dan atap MBS, cuci mata juga udah puas.Lol!
Art and Science Museum menjadi destinasi berikutnya, rancangan bangunnya jempolan. Dan sedang ada pameran Mummy, jadi kita masuk dengan 15 SGD untuk melihat Mummy yang berusia 3000 tahun.
Sorenya diisi dengan berkeliling taman Garden by The Bay. Dimana-mana adalah tumbuhan.
3. Singapore Book Fair
Setelah makan malam, kita menuju SBF. Buku- buku yang dijual kebanyakan adalah buku Mandarin. Setelah lihat-lihat, kita langsung pulang.
Monday, June 10, 2013
Hari ke-2 di Singapore
Setelah beristirahat di hari 1, akhirnya hari ke-2 punya tenaga juga. Dimulai dengan mengunjungi saudara dan kemudian pergi makan bersama sampai dengan jam 1.30.
2. Funan Digitalife Mall
Jam 2 lebih sampai di Funan untuk belanja barang elektronik (lagi). Sebelum mulai, kita menukar uang SGD. FYI, di Funan semua barang tidak bisa ditawar a.k.a harga pas. Gadget disini boleh dibilang cukup lengkap. Jadi kita nongol cukup lama buat periksa satu per satu tokonya.
3.St. Andrew's Cathedral
Keluar dari Funan, melihat keramaian di seberang. St. Andrew's Cathedral sedang mengadakan bazaar. Ada makanan, souvenir, dan games. Aku lebih tertarik dengan katedralnya. Salah satu keunikannya adalah di samping setiap kursinya terdapat ukiran berupa nama-nama orang yang telah meninggal dunia untuk dikenang.
4.Raffles City, Suntec, Marina Square
Sorenya dihabiskan buat keliling mall dan makan malam.
5. Esplanade
Malamnya kita mengunjungi Esplanade, gedung pertunjukan atau theaternya Singapore. Desain gedungnya berbentuk seperti durian. Esplanade merupakan tujuan wisata, jadi dimana-mana ada orang yang berfoto-foto.
6. Clarke Quay
Tujuan terakhir adalah menuju Clark Quay. Dari Esplanade kita berjalan menuju Clarke Quay. Sedikit tersesat, namun akhirnya bisa sampai juga. Untuk menutup perjalanan ini, kita duduk di seberang Clarke Quay sambil membeli ice cream Azabu Sabo, es krim khas Hokkaido.
Friday, June 7, 2013
H1 in Singapore
Setelah 2 tahun tidak melakukan trip, akhirnya bulan lalu bikin rencana liburan. Dan hari ini berangkat juga. Tidak ada perjalanan yang mulus begiu juga dengan yang satu ini
Dimulai dengan delay yg hampir satu jam disambung dengan koper yang ketinggalan.
Beruntung itu semua terlalui.
Tujuan pertama adalah belanja barang elektronik dan di Singapore sedang ada pameran di Expo (setingkat) di atas Changi Airport.
Hari pertama terlalui juga. Finger Cross buat hari-hari esok.
Dimulai dengan delay yg hampir satu jam disambung dengan koper yang ketinggalan.
Beruntung itu semua terlalui.
Tujuan pertama adalah belanja barang elektronik dan di Singapore sedang ada pameran di Expo (setingkat) di atas Changi Airport.
Hari pertama terlalui juga. Finger Cross buat hari-hari esok.
Sunday, June 2, 2013
Selimut Debu
Judul : Selimut Debu
Pengarang : Agustinus Wibowo
Akhirnya buku pertama Agustinus Wibowo berhasil saya temukan. Sejak membaca buku kedua Agustinus, Garis Batas (yang saya beli dengan tidak sengaja) saya mulai hunting bukunya yang lain. Alasannya? Ga perlu alasan, buku-bukunya bagus dan worth it.
Buku ini berisi cerita perjalanan Agustinus ke Negara Afghanistan. Mengelilingi kota-kota yang paling berbahaya, tanpa kawan, tanpa guide, hanya seorang diri. Tinggal di rumah penduduk dan ikut bergabung di tengah-tengah nafas Afghanistan.
Tapi, ini semua dia lakukan supaya bisa merasakan, dan mendengarkan cerita penduduk tentang kehidupan mereka.
Afghanistan dulunya merupakan salah satu pusat kebudayaan dan memiliki kejayaan yang akhirnya hancur karena perang dan membawa penduduknya ikut merasakan akibat peperangan tersebut sampai sekarang. Dan Agustinus tertarik akan ini semua?? dan akhirnya dia membawa kesana. Dua tahun menetap di Kabul.
Saya tidak akan mengulas satu persatu kota, karena terlalu banyak. Cari buku ini dan nikmati setiap cerita dari setiap kota Afghanistan.
Saya rasa kita seharusnya berterima kasih kepada Agustinus karena sudah berani memasuki Afghanistan, mengelilinginya dan menceritakannya kepada kita. Penulisan Travel Writer di Indonesia belum pernah bergerak sejauh dan semenarik ini. #Salute!!
Pengarang : Agustinus Wibowo
Akhirnya buku pertama Agustinus Wibowo berhasil saya temukan. Sejak membaca buku kedua Agustinus, Garis Batas (yang saya beli dengan tidak sengaja) saya mulai hunting bukunya yang lain. Alasannya? Ga perlu alasan, buku-bukunya bagus dan worth it.
Buku ini berisi cerita perjalanan Agustinus ke Negara Afghanistan. Mengelilingi kota-kota yang paling berbahaya, tanpa kawan, tanpa guide, hanya seorang diri. Tinggal di rumah penduduk dan ikut bergabung di tengah-tengah nafas Afghanistan.
Tapi, ini semua dia lakukan supaya bisa merasakan, dan mendengarkan cerita penduduk tentang kehidupan mereka.
Afghanistan dulunya merupakan salah satu pusat kebudayaan dan memiliki kejayaan yang akhirnya hancur karena perang dan membawa penduduknya ikut merasakan akibat peperangan tersebut sampai sekarang. Dan Agustinus tertarik akan ini semua?? dan akhirnya dia membawa kesana. Dua tahun menetap di Kabul.
Saya tidak akan mengulas satu persatu kota, karena terlalu banyak. Cari buku ini dan nikmati setiap cerita dari setiap kota Afghanistan.
Saya rasa kita seharusnya berterima kasih kepada Agustinus karena sudah berani memasuki Afghanistan, mengelilinginya dan menceritakannya kepada kita. Penulisan Travel Writer di Indonesia belum pernah bergerak sejauh dan semenarik ini. #Salute!!
Friday, March 29, 2013
5 of the best green and ethical social networking sites
Berikut adalah 5 website dan jejaring sosial 'hijau' yang saya share dari :
bahasanya tidak diganti, karena menurut saya bahasa Inggrisnya sudah pas dan kalau diubah ke bahasa Indonesia bakal aneh jadinya.
5 of the best green and ethical social networking sites
by ECOSTREET on NOVEMBER 5, 2007
Social networking, everybody’s doing it. We all know who the big guys are, but some prefer a space for online interaction with others of like mind.
Here are our favourite green and ethical social networking sites:
Care2.com – The big daddy of green social networking, Care2.com has been around since 1998. There are over 7 million users, groups, news, e-cards, petitions. shopping and lots of green living advice.
Zaadz – Zaadz has a new-agey feel to it, but if you’re into that sort of thing, it’s perfect for you. There are over 85,000 members who are interested in the environment, philosophy and spirituality. Features of the site include a community book list of favourite books, an events calendar, zPages for socially conscious businesses listings by area, favorite quotes, and discussion groups called Pods. Each Zaadzster, i.e. Zaadz user, also has a personal area with profile; share videos; photos, books, ideas, quotes, and goals; and their own Zaadz blog. There’s a lot to this site if you can get past the hippyness.
River Wired – RiverWired is a cross between a news aggregator and a social networking site. You’ll find the latest news from a number of excellent blogs, divided into four topics: do good, live green, be entertained, and be well, and users can share videos and pictures, and discuss various issues.
2People – 2People’s mission is to achieve sustainability in one generation. Once you’ve registered you can connect with others, form or join groups, and find or organise events local to you. The idea is that by moving just 2 people you can move a nation, and each user is encouraged to recruit 2 more people.
Razoo – The new kid on the block. Learn about environmental and humanitarian issues. Connect with others who are concerned about the same issues as you are. Take action by setting yourself goals and ticking off your achievements. Check out others’ goals to inspire you.
Other green and ethical social networking sites worth checking out: Actics, Zelixy, Tree-Nation, dianovo, five limes, WorldCoolers, beTurtle and Common Circle.
Wayan Sutiari Mastoer
![]() |
| Hasil daur ulang karya Bu Wayan Sumber : greenstudentjournalists.blogspot.com |
Penghargaan Kalpataru di tahun 2006 untuk kategori "Perintis Lingkungan" diraih oleh Ibu Wayan Sutiari Mastoer.
Kenapa tidak?? Beliau setiap tahunnya mengolah lebih kurang 10 ton sampah yang didaur ulang menjadi bunga kering. Lebih hebatnya lagi, kegiatan ini dilakukan di usia pensiunan.
DIMULAI DARI Bu Wayan yang mengisi waktu luang dengan mengikuti kursus merangkai bunga.
Ide merangkai bunga kering dari sampah justru datang dari rumah sendiri ketika dia melihat banyaknya bii-biji melon yang terbuang.
Dia mulai merangkai dari sampah-sampah yang sudah dikeringkan. Awalnya hanya sebagai hobi kemudian lama-kelamaan kegiatan ini mulai dijadikan bisnis. Berbagai sampah sudah pernah dicoba, seperti sisik ikan, dll.
KINI, usaha Bu Wayan sudah maju. Penjualannya sudah merambah pasar luar negeri. Ini berarti lebih banyak sampah yang didaur ulang dan lapangan pekerjaan yang makin banyak. Dan, berkurangnya limbah yang ditanggung bumi ini.
Bukan masalah omset atau 'kesuksesan' bisnis Bu Wayan yang dibahas disini. Tapi, cara Bu Wayan mengurangi limbah lingkungan dengan cara yang berbeda.
Wednesday, March 27, 2013
Chicken Soup For The Chocolate Lover's Soul
Kedua, coklat dilibatkan di dalamnya.
Coklat dan Inspirasi?? ada yang lebih baik??
Kalimat alaynya begini : "Jangan bilang pecinta coklat kalau belum mencoba yang satu ini!"
Sudah pasti semua cerita dan pengalaman yang ada di dalam buku ini berhubungan dengan coklat. Pengalaman manis, pahit yang dialami orang-orang dikumpulkan di dalam buku ini. Ada cerita yang menyentuh sekali. Ada yang konyol. Dan semua itu berawal dan berakhir dengan coklat.
Di buku ini juga disisipkan 'box-box' yang berisi fakta singkat mengenai coklat. Buku ini 'wajib' dibaca pokoknya.
Efek sampingnya... jadi pengen makan coklat.
Subscribe to:
Posts (Atom)


