Sunday, September 29, 2013
Tuesday, September 24, 2013
Matt Eddy
![]() |
| Sumber : duchinproductions.com |
Mimpi terbesarnya adalah melakukan perjalanan. Dengan alat bantu ventilator untuk pernapasannya, 5 Juni 2010 dia memulai perjalanan dari Lynn, Massachusetts dan 9 Oktober 2010 dia sudah sampai di Long Beach, California, sejauh 3.400 mil.
Perjalanan ini dibantu oleh terapis dan temannya yang mengikutinya dengan sepeda dan untuk membantunya dalam hal kecil maupun besar.
Perjalanan ini sendiri dicatat di Guinness World Record sebagai perjalanan travelling tercepat dengan kursi roda. Dia juga mengumpulkan dana 1 dolar untuk setiap orang yang menandatangi vannya.
Semuanya ini dilakukan hanya dengan 2 jari, teman dan impiannya.
Wednesday, June 26, 2013
Kuliner Singapore
![]() |
| @Chicken Hot Plate |

Rata-rata saya menghabiskan 5 SGD sekali makan di Asia Tenggara, makan di Singapore sudah termasuk 'mahal'. Tapi soal harga subjektif, karena saya mau ga mau membandingkan SGD dengan Rupiah, kalau buat bule mungkin murah.
Tapi, porsi makanan di Singapore termasuk 'jumbo' kadang makan seporsi udah kenyang. Dan kebersihannya emang patut diacungi jempol. Tidak usah takut soal kehigienisnya.
Karena saya bepergian rame-rame jadi makan juga

lebih beragam. Pertama, bisa patungan (baca: kongsi) bayarnya, jadi bisa nyoba makanan yang lebih mahal (pelit kalee). Kedua, menu yang dicoba lebih banyak karena masing-masing pesan menu berbeda trus semua nyobain makanan. 
Food Court favorit saya berada di depan Universal Studio Singapore. Namanya kalau ga salah, Malaysian Food Street. Makanan yang dijual di dalam khas Penang. Alasan saya menyukai tempat ini karena banyak menu mie. Mungkin karena saya seorang noodle junki, kalau bepergian harus nyari mie, entah mie goreng, mie rebus atau apapun itu harus berbau mie. Di tempat ini juga tersedia Wanton Mee (baca : Mie Pansit) yang pertama kali kucoba (foto kiri). Rasanya hampir mirip dengan mie pansit di Siantar. Tapi mienya lebih (paling) halus. Setelah makan, balik main ke Universal, sorenya nongkrong lagi di Malaysian Food Street, tentu saja saya nyoba mie lagi, lupa namanya tapi rasanya seperti mie rebus hanya pahitnya lebih terasa tapi kuhabiskan juga, trus nyoba es campur dan es kacang merah sebelum pulang.Selain mie di atas, masih ada mie hokkian yang berwarna terong yang tidak sempat kucoba. Kemudian ada kangkung dan sotong yang direbus kemudian disiram saus yang sepertinya menarik namun tidak sempat kucoba juga.
Selain itu, ada makanan nasi ayam, sate ayam, martabak, yang tidak kucoba karena takut kecewa karena rasanya sama seperti di Siantar. Strategi ke-3, jangan coba menu indo hanya karena rindu atau pengen membandingkan rasa, karena di sana harga jauh lebih mahal, mending nyoba makanan unik yang tidak bisa anda dapatkan di rumah sendiri.
Subscribe to:
Posts (Atom)

