Judul : Ca Bau Kan - Hanya Sebuah Dosa
Pengarang : Remy Sylado
Ini bukanlah buku baru, namun juga bukan buku lama. Di buku tertulis cetakan pertama tahun 1999.
Setting cerita diambil berkisar antara tahun 40-an sekitar zaman antara kolonial dan kemerdekaan. Sesuai dengan judulnya Ca Bau Kan (dalam bahasa hokkian 'cabo' yang berarti perempuan), buku ini menyorot kehidupan seorang perempuan keturunan Tionghoa yang hidup di Batavia (sekarang Jakarta), Tinung. Tinung sama seperti perempuan lainnya pada zamannya tidak mengecap pendidikan dan tugasnya hanyalah menikah kemudian melayani suami. Namun, dia bukannya langsung menikah. Menjadi perempuan "pemuas nafsu" harus dijalaninya sebelum menikah dengan suaminya.
Jangan kira setelah menikah cerita akan berakhir indah. Ternyata sang suami terlibat kasus pemalsuan uang yang menambah jalan cerita semakin rumit. Apalagi mereka hidup di zaman kolonial.
Yang pasti cerita di buku ini tidak "murahan" malah menurut saya berkelas. Satu hal yang membuat saya penasaran adalah apakah sang pengarang, Remy Sylado adalah seorang Tionghoa?? Karena bahasa-bahasa berbau Tionghoa yang digunakan dan juga pengetahuannya tentang budaya Tionghoa harus diacungi jempol. Penggunaan bahasa Indonesia yang klasik (menurut saya) lagi-lagi menjadi nilai tambah. Cara penceritaannya terbilang unik, pengarang membuat pembaca penasaran dengan memberikan 'clue' di awal dan jawaban di belakang.
Buku ini layak baca, bahkan sayang kalau dilewatkan. Hanya saja, disarankan buku ini hanya dibaca untuk yang berumur 18 tahun ke atas.

No comments:
Post a Comment