Judul : Selimut Debu
Pengarang : Agustinus Wibowo
Akhirnya buku pertama Agustinus Wibowo berhasil saya temukan. Sejak membaca buku kedua Agustinus, Garis Batas (yang saya beli dengan tidak sengaja) saya mulai hunting bukunya yang lain. Alasannya? Ga perlu alasan, buku-bukunya bagus dan worth it.
Buku ini berisi cerita perjalanan Agustinus ke Negara Afghanistan. Mengelilingi kota-kota yang paling berbahaya, tanpa kawan, tanpa guide, hanya seorang diri. Tinggal di rumah penduduk dan ikut bergabung di tengah-tengah nafas Afghanistan.
Tapi, ini semua dia lakukan supaya bisa merasakan, dan mendengarkan cerita penduduk tentang kehidupan mereka.
Afghanistan dulunya merupakan salah satu pusat kebudayaan dan memiliki kejayaan yang akhirnya hancur karena perang dan membawa penduduknya ikut merasakan akibat peperangan tersebut sampai sekarang. Dan Agustinus tertarik akan ini semua?? dan akhirnya dia membawa kesana. Dua tahun menetap di Kabul.
Saya tidak akan mengulas satu persatu kota, karena terlalu banyak. Cari buku ini dan nikmati setiap cerita dari setiap kota Afghanistan.
Saya rasa kita seharusnya berterima kasih kepada Agustinus karena sudah berani memasuki Afghanistan, mengelilinginya dan menceritakannya kepada kita. Penulisan Travel Writer di Indonesia belum pernah bergerak sejauh dan semenarik ini. #Salute!!

No comments:
Post a Comment