Pages

Sunday, March 3, 2013

Love Book vs Love Earth????

Sebagai seorang pecinta dan pengkoleksi buku, saya secara tidak langsung ikut bertanggung jawab terhadap rusaknya lingkungan. Setiap buku yang saya beli dihasilkan dari pohon di hutan yang ditebang.
Mengejutkan lagi, setiap buku yang terjual itu menghasilkan 18 kg polusi karbondioksida menurut Book Industry Study Group.
Bukan hanya itu, fakta menusuk lainnya adalah buku memiiliki tingkat pencemaran 4 kali lebih besar dibandingkan buku elektronik (ebook).
Ok, buku yang saya sukai itu memang tidak ramah lingkungan, namun buku elektronik bukan berarti bebas tuduhan. Proses produksi sebuah gadget untuk membaca ebook itu juga menghasilkan polusi. Belum lagi, pembajakan ebook.
Jadi solusi win-win adalah pinjam meminjam. Pergi ke perpustakaan dengan SEPEDA dan meminjam buku adalah solusi cerdas namun sulit diterapkan di kota saya.
Jadi, gimana??? Berhenti membeli buku ???? Membeli Gadget????
Mungkin solusi lainnya adalah buat industri kertas untuk mulai memproduksi kertas ramah lingkungan. Di salah satu artikel, saya membaca bahwa salah satu universitas di Indonesia berhasil menciptakan kertas dari limbah makanan. Semoga ada sponsor dan bantuan yang bisa membantu mereka mengembangkan produk tersebut. Bayangkan, apabila produk ini menjadi booming, bisa jadi industri kertas dengan bahan baku kayu akan tergeser (warga US lebih senang membeli buku dengan kertas ramah lingkungan).
Bayangkan juga, apabila kertas ramah lingkungan ini berhasil dipasarkan. Maka aku tidak akan merasa bersalah lagi untuk membeli buku.

No comments:

Post a Comment