Pages

Thursday, June 5, 2014

Escape to Karimunjawa (III)

Hari kedua di Karimunjawa
Niatnya sih mau motret sunrise tapi baru bangun jam 6, mataharinya sudah keburu naik dan tertutup awan. Di sana jam 6 uda kayak jam 7 di Siantar. Mata otomatis sudah terbuka karena terang. Di luar masih sepi, tetangga masih pada tidur.

Jam 7 sarapan disiapkan, kalau tidak salah sarapannya nasi soto khas Jawa (tanpa santan namun beraroma rempah).
Selesai makan bersiap-siap menunggu kapal yang akan membawa kita keluar sampai sore nanti.
Siap-siap bersnokeling
Kapal akhirnya datang dengan dua awak kapal dan meluncurlah kita. Selama perjalanan yang nampak hanya air dan pulau-pulau kecil. Yang indah adalah warna air lautnya, mulai dari warna biru muda, tua, setengah muda, setengah tua semua ada.

Spot pertama tempat snorkel itu di Pulau Burung. Airnya hangat dan berwarna biru gelap. Pakai kaki bebek, pasang kacamata plus pipa disamping(yang agak sulit digunakan) dan... tunggu semua kawan sepakat buka pelampung dan terjun begitu saja. Aku yang baru pertama kali snorkel belum berani mencopot baju pelampung. Dan kita terjun ke laut, salah satu mas yang dikapal juga ikut turun sambil menenteng kamera, beliau yang bertugas memfoto-foto kita selama di Karimunjawa (sudah termasuk paket tour).

Renang di laut itu rasanya kayak di kolam, hanya di laut airnya hangat dan ada ombak yang menghantam setiap saat. Untungnya cuaca cerah dan ombak tenang. Selesai adaptasi, barulah saya snorkeling. Kawan-kawan sudah renang jauh, sudah naik turun. Sial, tahu gitu dulu aku tamatin les renangku.

Cukup lama kita bermain di sana, foto-foto satu persatu. Karena aku pakai pelampung, jadinya susah difoto di dalam. Di dalam karang tersebar dimana-mana, namun ikan-ikan kecil tidak begitu banyak.

Menu makan siang
Menjelang siang kita naik dan dibawa ke pantai di sebuah pulau (lupa namanya). Kita dibiarkan bermain di pantai, sedangkan kedua mas awak kapal menyiapkan makan siang. Pantainya cukup ramai mulai dari turis lokal maupun luar. Pasirnya sudah pasti lembut, airnya bening bebas bulu babi. Ya udah, berenang kesana kemari, duduk di pantai dijemur panasnya matahari siang. Kebetulan, tidak bawa gadget jadinya cuman duduk memandang orang bermain di pantai.

Makan siang sudah siap. Tikar digelar agak jauh dari pantai. Ikan-ikan yang baru ditangkap dibakar didampingi dua macam sambal trus sayurnya kacang panjang+tempe ditauco. Minumnya air mineral. Walaupun ala kadarnya, namun freshnya ikan sudah cukup bikin lahap.

Selesai makan, istirahat, kita dibawa ke pantai Tanjung Gelap. Sewaktu ke sana kapal kita harus melewati hujan deras sampai kita harus menunduk. Sampai disana, cuaca berubah cerah. Kapal merapat ke pantai, dan untuk snorkeling kita berenang dari pantai sampai tengah. Nah, kali ini nekad ikut teman ga pake baju pelampung renang ke tengah laut. Dari pantai sih oke, sudah agak jauh kok ombaknya kencang, tubuh terangkat sesuai ombak. Akhirnya balik ke kapal ambil baju pelampung kemudian kembali ke tempat teman-teman pada ngumpul.

Kawan-kawan pada ngumpul di tempat air yang warnanya gelap, kukira dalam jadi kaki bebas menggoyang, tenyata air yang warnanya gelap itu dangkal 'banget'. Akibatnya lutut kaki tergores karang-karang, asal mau berenang pasti tergores. Malah air yang warnanya bening itu justru agak dalam. Jadi ketipu sama alam. Sampai tulisan ini dibuat luka masih dalam proses penyembuhan.

Salah satu pemandangan bawah laut
Puas bermain air, kita ke pantai duduk di rumah makan di pinggir pantai minum air kelapa muda, makan gorengan. Setelah itu kita diantar balik ke penginapan. Di penginapan, acara berlanjut ke penangkaran hiu milik Wisma Apung. Berburu hiu pari, berfoto-foto bersama bintang laut, mengejar-ngejar hiu (bukan saya yang mengejar).

Selesai bermain, mandi, makan, kemudian tidur menunggu keesokan harinya.

待续...


No comments:

Post a Comment